Kantongi Omzet Ratusan Juta dari Kerang Dara

By | August 17, 2018

Kerang darah (Anadara granosa) sekarang menjadi makanan favorit para pecinta makanan laut di Indonesia. Bahkan, permintaan kerang darah di restoran dan restoran telah meningkat. Inilah yang tidak disia-siakan oleh Wedy Andro.
Andro, demikian ia biasa disapa, adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang makanan laut, terutama kerang darah. Menurut pengakuannya, dia sangat beruntung melakukan bisnis kerang ini. Karena harganya cukup stabil di pasaran. Selain itu, permintaan itu tidak pernah lesu.

Dia mengatakan bahwa metode budidaya kerang darah mudah. Selain itu, hewan-hewan ini tidak membutuhkan makanan setiap hari karena kerang adalah pemakan bahan organik sehingga budidaya dan pembesaran mereka tidak membutuhkan makanan lain. Hanya saja, perlu mengelola lahan budidaya dengan memberikan nutrisi organik.

Budidaya kerang darah sekarang sebagian besar dilakukan untuk tahap pembesaran. Adapun benih yang diperoleh secara alami dengan pengerukan pasir di laut pantai yang dangkal, kemudian benih tersebut dibawa ke lokasi pembesaran.

Bibit dari pemijahan alami dapat diambil untuk tumbuh ketika ukurannya mencapai 4 mm. Benih yang dikumpulkan biasanya ditinggikan di satu lokasi tambak di laut dangkal yang dipagari dengan bambu.

Andro menjelaskan, benih kerang darah dapat ditebar dengan kepadatan hingga 2.000 per m². Setelah mulai besar, tingkat kepadatan berkurang hingga sekitar 200 per m² sehingga pertumbuhan bisa lebih maksimal.

Periode pemijahan darah berlangsung sepanjang tahun, namun periode puncak berlangsung dari Agustus hingga September.

“Kerang darah mulai berlipat ganda ketika mereka mencapai 2 cm atau kurang dari setahun. Pada saat itu benih muda ini mulai tumbuh,” jelas Andro.

Mempertanyakan pemasaran, setiap hari Andro dapat memasok sekitar 30 kg kerang darah. Andro menambahkan, setiap hari ada cangkang suplai darah dari berbagai daerah. Dalam sebulan, dia bisa memasok kerang darah hingga 900 kg dengan harga rata-rata Rp. 10.000 per kg. Selain kerang darah, ia juga memasok berbagai kerang lainnya.
“Total omzet dari penjualan kerang adalah Rp. 100 juta setiap bulan,” pungkasnya.

Bagaimana, Anda tertarik mengikuti jejak Andro dalam menjalankan bisnis pembesaran kerang darah dan meraup ratusan juta omset?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *