Begini Cara Membedakan Ikan Patin Lokal dan Vietnam

By | January 25, 2018

Penyebaran berita tentang patin impor dari Vietnam yang berbahaya jika dikonsumsi membuat orang menjadi dipertanyakan. Untuk memastikan bahwa Badan Karantina, Kontrol Kualitas dan Keamanan Produk Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengimbau semua toko ritel modern di Jakarta untuk tidak lagi menjual produk fillet ikan dori (patin) dari Vietnam.
Produk ini diketahui masuk secara ilegal (tanpa izin) dan memiliki kandungan kimia yang berlebihan di dalamnya.

Kepala Pusat Sertifikasi Kualitas dan Keamanan Perikanan KKP BKIPM, Widodo Sumiyanto, mengatakan bahwa ada beberapa karakteristik fisik yang membedakan fillet dori Vietnam dari fillet lokal. Salah satunya adalah label yang menjelaskan bahwa produk tersebut ada di Vietnam.

“Ciri-ciri fisik termasuk warna putih murni Vietnam, sedangkan pangasius Indonesia agak pinky,” jelasnya seperti dikutip Detik.

“Selain itu, lapisan es yang menutupi produk dori Vietnam lebih tebal daripada ikan lele beku Indonesia,” tambahnya.

Produk ini juga biasanya lebih murah daripada produk lokal. Harganya bisa mencapai setengah dari harga produk lokal yang mencapai Rp14.000 – Rp15.000.

Kepala BKIPM, Rina, mengatakan bahwa saat ini ada banyak produk dari Vietnam yang belum dijual di pasaran sejak sosialisasi pemilik toko ritel di Jakarta. Namun, dia tidak menutup kemungkinan bahwa produk ini masih beredar di pasaran mengingat ada juga toko online yang menjual produk ini.

“Yang pasti kami akan mengingatkan masyarakat agar tidak membeli lagi. Jadi kalau tidak ada permintaan, dia tidak akan menjual lagi,” katanya.

Produk fillet ikan dori (lele) masuk ke Indonesia tanpa izin. Sejumlah pasar ritel di Jakarta diketahui menjual produk ikan yang notabene mengandung tripolifosfat yang melebihi ambang batas untuk kesehatan.
Produk ini juga dijual lebih murah daripada produk dori lokal. Harganya bahkan setengah dari harga lele lokal.

“Setengah lebih murah.” Biaya impornya Rp. 6.000 – Rp. 7.000 per kg, lokal Rp. 14.000 hingga Rp. 15.000 per kg, “kata Widodo.

Masuknya produk ikan lele dari Vietnam ke Indonesia sendiri diduga karena pengetatan masuknya ikan lele dari negara ke Amerika dan rantai supermarket di Eropa.

Indonesia, yang memiliki pasar besar dengan populasi ratusan juta, dianggap sebagai sasaran empuk bagi pasokan produk ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *